Virus Hepatitis C dapat dibagi menjadi 6 tipe I-IV. Secara umum, dalam kasus infeksi virus hepatitis C, 15-20% orang dapat menghilangkan virus dalam tubuh dan tidak akan berkembang menjadi hepatitis C kronis. Tetapi 80-85% akan berkembang menjadi hepatitis C kronis, bahkan dapat menyebabkan sirosis hati, kanker hati dan kematian.
Dari infeksi menjadi sirosis kemudian kanker, waktunya lambat dapat 20-30 tahun. Pasien penderita pasien awalnya tidak menunjukkan gejala, hanya rasa kelelahan. Pasien menganggap hal ini tidak penting dan bahkan tidak tahu jika terinfeksi hepatitis C. Oleh karena itu, pengobatan awal harus dilakukan.
一、Indikasi terinfeksi hepatitis C kronis
Selama dalam darah pasien terdeteksi hepatitis c antibody, virus hepatitis C (HCV RNA) dalam serum, maka dapat didiagnosis pasien menderita hepatitis C kronis.
二、Pengobatan Tradisional
Terapi tradisional saat ini menggunakan terapi interferon jangka panjang dengan ribavirin dimana banyak menuai kritikan karena adanya efek samping. Selama menjalani terapi, pasien mengalami ketidaknyamanan seperti, anemia, gejala flu, depresi, gangguan tidur, rasa gatal, kulit merah, rambut rontok, dll
Karena terlalu banyak efek samping, 1/3 pasien takut menjalani terapi. Hampir 2 % pasien dikarenakan memiliki penyakit autoimun atau menjalani transplan.
三、Tidak ada interferon、terapi oral antiviral
Dua tahun terakhir, pengobatan hepatitis C kronis mengalami kemajuan. Penggunaan obat antiviral langsung secara oral, tanpa interferon (direct-acting anti-viral : DAA). Hasilnya cukup memuaskan, selama 12-24 minggu, lebih dari 95% menunjukkan keberhasilan dengan efek samping sangat kecil. Bagi pasien yang tidak dapat menerima terapi interferon dapat mencoba pengobatan ini.
Tetapi harga obat ini sangat mahal dapat mencapai 1,000 USD dalam sehari, walaupun sangat mudah dan nyaman. Di masa depan, Hepatitis C kronis bukanlah ancaman besar lagi bagi umat manusia.